![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Ternyata kemudian, tak ada kapal dari Bitung yang mampir ke Balikpapan atau Samarinda. Semua ke Jakarta atau Surabaya atau ke luar negeri. Kalaupun ada, tidak pasti dan tidak dalam satu bulan ini. Berarti si-macan belum pasti bisa pulang. Perlu waktu juga memikirkan jalan keluar diluar rencana. Karena jawaban tak ada yang bisa meyakinkan, terpaksa option pengapalan dari Bitung ditinggalkan. Dua alternatif baru muncul. Pertama balik lagi seperti perjalanan berangkat. Kedua menuju Palu - Donggala dikapalkan dari sana, yang berarti setengah perjalanan lagi. Sementara pikiran tentang bagaimana cara pulang dilupakan dulu. Ada satu setengah hari untuk mengunjungi banyak tempat menarik di sekitar Minahasa, sambil membangun semangat dari bawah lagi dan terpenting pergi ke bengkel, ganti velg dan ban baru.
Menado berkesan kota yang bersih, daerah wisata, banyak restourant turis, hotel-hotel bagus. Kotanya ramai dengan Angkot yang terkadang membuat macet jalan. Derah wisata kawasan Minahasa dapat dicapai dalam hitungan jam. Daerah-daerah yang sempat dikunjungi adalah Bitung kota pelabuhan berjarak 50 km dari Menado, Air Madidi. Disekitar Bitung ada taman Nasional Tangkoko Batuangus dengan kera miniaturnya. Danau Tondano dengan pemandangan danau dan pemandian air panas Remboken. Kota Tomohon dengan kerajinan rumah knock down Woloan yang sangat menarik dan rapih pengerjaannya.
Copy Right
| comment | |