photo sharing and upload picture albums photo forums search pictures popular photos photography help login
Archiaston Musamma Family | all galleries >> Galleries >> Trans Sulawesi - 6,000km bersama si Macan > Day-6: Poso - Inobonto, 1020 km
previous | next

Day-6: Poso - Inobonto, 1020 km

Jam 7:00 pagi dengan di antar seisi pemilik penginapan, berangkat meninggalkan Poso menuju Sulawesi Utara. Perjalanan hari ini adalah perjalanan ternyaman. Si-macan tak kesulitan menjaga kecepatan jelajah agak tinggi, karena jalannya yang lurus-mulus menyusur pantai teluk Tomini di bawah kerindangan pohon kelapa. Tak perlu konsentrasi ekstra mengantisapi tikungan atau lubang, karena jalanan betul-betul lurus, mulus dan sepi. Cuma kendala bagi yang baru pertama kalinya lewat, saking mulusnya jalan, bisa-bisa terlena dalam pengisian bahan bakar. Jarak pengisian pom bensin Pertamina cukup jauh. Karena tak menemukan pompa bensin sejauh 250 km, si-macan minum bensin eceran kaki lima.

Kiri-kanan jalan dari Poso menuju Parigi banyak ditemui Pura-pura Hindu Bali. Ternyata memang banyak masyarakat asal dari Bali yang sudah bermukim disini sejak tahun 1970-an. Tiba di kota Gorontalo hari masih terang. Masih tersisa setengah jam sebelum magrib. Diputuskan untuk terus ke Menado dengan jarak tersisa 450 km. Masih ada semangat untuk menyelesaikan lintasan menuju Menado. Lintasan Gorontalo - Menado sebagian besar baik, sesekali ada lubang, tetapi karena lubangnya hanya sesekali inilah si-macan masuk lubang dalam pada kecepatan agak tinggi, dalam gelapnya malam dan hujan rintik-rintik, kira-kira 150 km sebelum Menado. Hasilnya lumayan juga, tepian velg roda depan sompal dengan ban dalam menyembul. Untungnya tak menyebabkan perjalanan terganggu. Dengan pertimbangan keamanan, jalan basah dan semangat juang sudah di titik terendah, diputuskan pada jam 12:30 malam itu untuk berhenti mencari penginapan di kota terdekat, Inobonto.

Perjalanan di malam itu terasa paling berat. Yang pertama karena konsentrasi hanya sejurus apa yang dapat ditangkap oleh lampu sorot. Hujan rintik-rintik memperlambat kendaraan. Spekulasi untuk menggenjot si-macan pada cuaca macam begini sangat riskan. Perut lapar dan kesulitan mencari pompa bensin resmi menganggu pikiran. Odomoter menunjukkan motor sudah berjalan 320 km dari pengisian bensin terakhir di perbatasan Sulawesi Tengah. Bukannya pompa bensin sangat langka, tetapi kadang-kadang malas berhenti. Kondisi fisik, terutama punggung pegal-pegal, lebih dari 17 jam nyaris nonstop. Membuat semangat juang betul-betul terganggu. Malam itu tidak ada pilihan lain, menyerah, diputuskan berhenti istirahat. Total perjalanan hari ini 1020km dlm 18 jam nyaris nonstop.


other sizes: small medium large auto
comment | share