photo sharing and upload picture albums photo forums search pictures popular photos photography help login
Topics >> by parentingbalita >> Tehnik Memotret Pada Parenting Balita

Tehnik Memotret Pada Parenting Balita Photos
Topic maintained by parentingbalita (see all topics)

Menurut https://social.microsoft.com/Profile/perlengkapan-bayi memfoto anak-anak bisa kesibukan parenting balita yang membahagiakan. Saya sendiri mencintai beberapa jenis photografi, akan tetapi untuk sekarang saya memusatkan diri memfoto anak-anak atau keluarga. Memfoto anak itu ada yang gampang serta ada yang susah. Memfoto bayi serta anak umur dua tahun ke atas masih semakin lebih gampang. Dan anak umur 1-2 tahun termasuk susah untuk diambil gambarnya. Kenapa? Karena anak umur sesuai itu atau balita yang hyper-aktif, apa lagi bisa jalan yakni subyek yang bergerak. Setelah itu tidak semuanya anak umur 1-2 tahun ketahui perintah potografer, maka dari itu ini jadi kendala tertentu buat potografer anak. Dan bayi cuma diam di tempatnya serta pergerakannya gampang diatur, sementara anak umur dua tahun ke atas lebih gampang mengerti perintah maka dari itu lebih gampang untuk diambil gambarnya.

Materi ini tak lepas dari rencana indoor serta outdoor. Sekalinya di sini kita bicara terkait subyek yang hyper-aktif, akan tetapi pengambilan gambar dalam studio semakin lebih gampang serta tertanggulangi, dibandingkan dengan memfoto anak di luar area. Lantaran mereka bakal berasa bebas, puas, serta lari sana-sini. Bila sebagai potografer yakni Anda jadi orangtuanya, apa yang Anda melakukan di saat itu? Bagaimanakah caranya Anda mencekalkan pergerakan anak? Bagaimanakah caranya Anda mengamankan focus pada anak yang bergerak? Melindungi keselarasan framing serta ada banyak kendala yang lain mesti dapat dituntaskan oleh potografer anak. Yakinlah, ini tak gampang!

Berdasar pengalaman individu saya yang memfoto anak-anak di ruangan terbuka (outdoor) serta cuma mempercayakan sinar alami (alamiah light), karenanya saya menulis panduan ini yang mudah-mudahan saja berguna untuk Anda. Speedlight tak berlaku banyak di sini, karena di sini saya tak bicara subyek diam yang gampang dicapai flash, tetapi anak balita jadi subyek yang

1. Semestinya Ada Pengiring Anak
Petunjuk saya semestinya mesti ada satu diantaranya orang tua yang menyertai anak saat pengambilan gambar. Untuk beberapa babak, mohon biar orang tua berhubungan dengan anak, melipurnya serta bermain dengannya biar anak tak canggung apa lagi hingga sampai takut dengan potografer. Akan tetapi orang tua anak selalu melindungi jarak biar tak masuk ke frame. Sekalinya Anda memfoto anak sendiri, semestinya ada orang yang menyertai untuk menghindari beberapa hal yang beresiko saat anak lari sana-sini.

2. Melukiskan Kasih Sayang Orang tua
Sesudah tuntas ambil poto anak, barangkali Anda perlu ambil gambar anak bersama ayah / ibunya. Tetapi tidak boleh bab yang wajar saja seperti anak serta ibu yang duduk bersebelahan. Mengambil gambar yang memberikan bab cinta-kasih seperti menggendong anak, memegang atau mencium anak. Akan halnya bab menarik yang lain misalkan bermain atau bab yang dapat melukiskan sebuah keluarga. Jika tak dengan orang tua, barangkali dengan kakek / neneknya atau mungkin dengan saudaranya.

3. Setting Camera Yang Perlu Menjadi perhatian
Satu kali lagi saya ucapkan jika anak yang saya iktikad di sini yaitu anak umur 1-2 tahun. Anak seusia itu umumnya mulai aktif-aktifnya serta belum kenal perintah . Maka yang perlu dijalankan yakni mata Anda selalu harus waspada di viewfinder serta sembari mengawasi setting camera Anda. Setting penting camera yang saya anjurkan untuk Anda yang baru memulai adalah:

Pakai style pengambilan gambar Shutter Priority (lambang S pada Nikon, lambang Tv pada Canon). Karena subyek selalu bergerak, karenanya saya anjurkan Anda untuk focus pada setting yang mengatur pergerakan adalah 'shutter speed'. Anda bisa semakin gampang melaksanakan itu jika gunakan style Shutter Priority, karena pada style itu Anda hanya butuh mengontrol nilai shutter speed, setelah itu aperture ditata secara auto oleh program. Dan untuk ISO pakai nilai rendah adalah 100 atau samakan dengan kepentingan Anda. Baca di sini metode mengontrol shutter speed serta di sini metode mengontrol ISO.
Pakai style tembak tanpa henti (continuous-shoot). Setting ini berada dalam menu Drive Style camera. Dengan style continuous Anda dapat ambil gambar dari tiap pergerakan Anak tanpa ragu-ragu kehilangan moment lucu anak. Tetapi Bila Anda terbiasa pakai saja style shoot tunggal (singgle-shoot) untuk mengirit shutter-count (jumlah kutip). Baca di sini metode membuat perubahan setting Drive Style.
Untuk setting focus pada lensa pakai Manual-Focus (MF) untuk memperingan Anda mengamankan focus pada Anak yang bergerak. Dan untuk setting focus pada camera silakan pindah setting AF Style serta tentukan Al-Servo atau Al-Focus pada DSLR Canon, serta Autofocus-Continuous (AF-C) atau AF-A pada DSLR Nikon.

4. Pilih Lensa yang pas
Semestinya pakai lensa yang mudah seumpama lensa prime / pasti 50mm atau sama dengan itu. Tidaklah masalah bila Anda gunakan lensa lain, seperti lensa zoom untuk keluwesan. Tetapi lebih baik kembali bila lensa yang Anda pakai mempunyai stabilizer (IS/VR). Faktanya sama yang saya ucapkan di atas jika anak balita yakni subyek yang bergerak, maka dari itu peluang tangan Anda bersama lensa selalu bergerak juga ikuti pergerakan anak. Oleh karenanya Anda butuh lensa yang mempunyai IS/VR untuk menghindari bluring karena getaran dari tangan Anda saat memfoto. Masalah konsekwen motion blur karena pergerakan anak pemecahannya tidak lagi dengan stabilizer, tetapi dengan setting shutter speed (saksikan pembicaraannya di bawah) . Maka peluang jelek yang saya iktikad di tempat ini terdapat dua, pertama yakni motion blur karena pergerakan / getaran tangan potografer, ke-2  yakni motion blur karena pergerakan anak tersebut.

5. Setting Frame
Perlu Anda kenali jika tak gampang mengontrol frame yang bagus pada subyek yang bergerak. Barangkali Anda mesti berusaha keras dengan mata Anda buat bikin susunan yang baik serta melindungi keselarasan (balance) biar gambar tak miring sana-sini. Saya mengerti hal tersebut, serta setting frame yang saya anjurkan di sini lebih cenderung pada penentuan 'Type of shot' adalah memfoto anak dalam cengkauan luas (extreme-long-shot atau long-shot), setelah itu cengkauan sempit (close-up) untuk membebere gestur anak, setelah itu setting frame landscape serta frame potrait. Masalah susunan serta balance itu bergantung pada kapabilitas Anda memfoto. Tetapi mengupayakan agar gambar hasilkan frame yang baik serta tak miring sana-sini.

6. Penentuan Baju
Memfoto anak-anak dapat masuk di grup photografi keluarga atau dokumenter atau bahkan juga portrait mode. Tiap potografer anak memilki semangat tertentu terkait rencana yang udah dibahas dengan orang tua anak. Ada orang tua yang mau anaknya berfoto dengan baju yang baik seperti kenakan pakaian versi tuan putri, jas anak laki laki, baju orang dewasa versus anak, dan sebagainya. Tetapi ada sekian banyak potografer yang memfoto anaknya sendiri dengan baju alamiah adalah busana seadanya yang dipakai anak keseharian. Untuk rencana alamiah sesuai itu dapat dijelaskan jadi poto dokumentasi anak yang ceritakan kesibukan anak di lingkungannya serta menghadirkan hubungan dan gestur yang alamiah. Saya sendiri jadi potografer anak gunakan rencana alamiah serta tak ada penekanan anak mesti mengenakan pakaian bagus serta rapi. Karena saya mau menghadirkan mereka apa yang ada. Akan tetapi untuk membuat imbang, karenanya saya meperindah poto bab simpel itu saat proses olah digital (post-processing). Yang saya sebutkan di sini hanya lukisan awalan untuk Anda. Baju yang baik atau pakaian apa yang ada, itu bergantung hasrat Anda. Tetapi ingat, semestinya baju yang baik disamakan dengan tempat Anda memfoto mereka.

7. Persiapkan Property Yang Disenangi Anak
Untuk pengambilan gambar terancang umumnya udah tergolong penentuan property yang disamakan dengan baju serta tempat pengambilan gambar. Tetapi dengan bawa benda hoby anak tidak tahu itu boneka, mainan atau bunga dapat membikin anak lebih enjoy. Ini kiat cairkan situasi hati anak. Karena umumnya anak-anak bakal malu, canggung atau bahkan juga takut saat lihat muka yang anyar mereka saksikan. Saya percaya Anda menginkan anak Anda tersenyum atau ketawa dalam gambar, pakailah kiat ini. Langkah berikut pula efisien buat bikin anak balita diam serta tak lari sana-sini. Lantaran mereka bakal focus pada benda kesenangannya, dengan demikian Anda akan tambah lepas membebere mereka dari beragam pojok pengambilan gambar (angle).


parentingbalita has not yet selected any galleries for this topic.